Rental Mobil Banyuwangi | Sewa Mobil ke Ijen | Carter Minibus

Sewa Mobil – Rental Mobil Banyuwangi – Carter Minibus

Daftar  Harga Rental Mobil di  Banyuwangi

Avanza/Xenia        Rp 550.000
Kijang Innova         Rp 700.000
Elf 12 seats            Rp 850.000
Pemakaian dalam kota Banyuwangi 12 jam sudah termasuk BBM dan driver

Tarif Luar kota (mobil Avanza/Xenia) :

Banyuwangi – Bali Rp 1.200.000
Banyuwangi-Jember Rp 800.000
Banyuwangi-Surabaya Rp 1.300.000
Banyuwangi-Ijen Rp 650.000
Banyuwangi-Baluran Rp 650.000
Banyuwangi-Malang Rp 1.300.000

Mobile  :   0852 3406 8680 / 0858 1547 7984
Email    :   mitratour.oke@gmail.com
Fasilitas mobil Ac, driver dan BBM
Harga belum termasuk Tol, parkir, makan dan penginapan driver
Harga bisa berubah sewaktu-waktu

Rent Car l Banyuwangi Car Rental and Tour

Sejarah Banyuwangi

Sejarah Banyuwangi tidak lepas dari sejarah Kerajaan Blambangan. Pada pertengahan abad ke-17, Banyuwangi merupakan bagian dari Kerajaan Blambangan yang dipimpin oleh Pangeran Tawang Alun. Pada masa ini secara administratif VOC menganggap Blambangan sebagai wilayah kekuasannya, atas dasar penyerahan kekuasaan jawa bagian timur (termasuk blambangan) oleh Pakubuwono II kepada VOC. Namun VOC tidak pernah benar-benar menancapkan kekuasaanya sampai pada akhir abad ke-17, ketika pemerintah Inggris menjalin hubungan dagang dengan Blambangan. Daerah yang sekarang dikenal sebagai “komplek Inggrisan” adalah bekas tempat kantor dagang Inggris.

VOC segera bergerak untuk mengamankan kekuasaanya atas Blambangan pada akhir abad ke-18. Hal ini menyulit perang besar selama lima tahun (1767-1772). Dalam peperangan itu terdapat satu pertempuran dahsyat yang disebut Puputan Bayu sebagai merupakan usaha terakhir Kerajaan Blambangan untuk melepaskan diri dari belenggu VOC. Pertempuran Puputan Bayu terjadi pada tanggal 18 Desember 1771 yang akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Banyuwangi. Namun pada akhirnya VOC-lah yang memperoleh kemenangan dengan diangkatnya R. Wiroguno I (Mas Alit) sebagai bupati Banyuwangi pertama dan tanda runtuhnya kerajaan Blambangan.

Tokoh sejarah fiksi yang terkenal adalah Putri Sritanjung yang di bunuh oleh suaminya di pinggir sungai karena suaminya sangsi akan janin dalam rahimnya bukan merupakan anaknya tapi hasil perselingkuhan ketika dia di tinggal menuju medan perang. Dengan sumpah janjinya kepada sang suami sang putri berkata jika darahku yang mengalir di sungai ini amis memang janin ini bukan anakmu tapi jika berbau harum (wangi) maka janin ini adalah anakmu. Maka seketika itu darah yang mengalir ke dalam sungai terebut berbau wangi, maka menyesalah sang suami yang dikenal sebagai Raden Banterang ini dan menamai daerah itu sebagai Banyuwangi.

Tokoh sejarah lain ialah Minak Djinggo, seorang Adipati dari Blambangan yang memberontak terhadap kerajaan Majapahit dan dapat ditumpas oleh utusan Majapahit yaitu Damarwulan.namun sesungguhnya nama minak jinggo bukanlah nama asli dari adipati blambangan.nama minak jinggo diberikan oleh masyarakat majapahit sebagai wujud olok-olok kepada brehwirabumi yang memang keturunan kerajaan majapahit.

Geografi

Banyuwangi adalah kabupaten terluas di Jawa Timur. Luasnya 5.782,50 km^2.[1] Wilayahnya cukup beragam, dari dataran rendah hingga pegunungan. Kawasan perbatasan dengan Kabupaten Bondowoso, terdapat rangkaian Dataran Tinggi Ijen, dengan puncaknya Gunung Raung (3.282 m) dan Gunung Merapi (2.800 m), keduanya adalah gunung api aktif.

Bagian selatan terdapat perkebunan, peninggalan sejak zaman Hindia Belanda. Di perbatasan dengan Kabupaten Jember bagian selatan, merupakan kawasan konservasi yang kini dilindungi dalam sebuah cagar alam yakni Taman Nasional Meru Betiri. Pantai Sukamade, merupakan kawasan pengembangan penyu. Semenanjung Blambangan juga terdapat cagar alam Taman Nasional Alas Purwo.

Pantai timur Banyuwangi (Selat Bali) merupakan salah satu penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Di Muncar terdapat pelabuhan perikanan.

Menuju Ke Banyuwangi

Untuk menuju ke kota Banyuwangi, berikut rute perjalananya:
Dari Bali —>
Bus jurusan Banyuwangi atau arah ke Jember, turun di terminal Tawang Alun
Travel langsung menunjukkan alamat tujuan
Dari Surabaya –>
Bus (Akas, Tentrem, Gunung harta, Dahlia, dll) jalur estavfet:  Surabaya-Probolinggo-Jember-Banyuwangi
Kereta Api (rengganis, mutiara,dll)
Travel langsung menunjukkan alamat tujuan
Dari Malang –>
Bus (Akas, Tentrem, Gunung harta, Dahlia, dll) jalur estavfet:  Malang-Probolinggo-Jember-Banyuwangi
Kereta Api (rengganis, mutiara,dll)
Travel langsung menunjukkan alamat tujuan